Urgensi Redenominasi Rupiah Bagi Perekonomian Indonesia dan 5 Tahapannya Menurut Ahli

Ekonomi176 Dilihat

www.literasibisnis.com – Redenominasi rupiah belakangan ini menjadi perbincangan hangat dikalangan pemerintah dan para ahli di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan bermunculan terkait apakah redenominasi akan membawa konsekuensi ke perekonomian Indonesia.

Nah, Literasi Bisnis akan membahas redenominasi rupiah pada artikel ini. Simak terus penjelasannya dalam artikel ini agar kalian tidak ketinggalan informasi terkait ekonomi dan bisnis terbaru di Indonesia.

Urgensi Redenominasi rupiah telah dibahas sebelumnya oleh pakar termasuk dari Bank Indonesia dan Peter Abdullah direktur dari Sagara Research Institut. Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Simak! Ini 5 Tahapan Karir Dalam Kehidupan

Urgensi Redenominasi Rupiah

Redenominasi rupiah

Urgensi redenominasi rupiah telah disampaikan oleh beberapa ahli termasuk Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 26 Juni 2023.

Menurutnya BI siap mendukung implementasi redenominasi rupiah.
Menurutnya juga, BI bahkan sudah siap sejak lama meskipun pemerintah belum merealisasikan program tersebut.

Sebelumnya, redenominasi rupiah telah masuk rencana strategis Kemenkeu 2020-2024.

Selain Perry, Peter Abdullah direktur eksekutif Sagara research Institut juga menyampaikan hal yang sama. Peter menyampaikan, urgensi redenominasi rupiah tergantung dari sudut pandang kita.

Peter menambahkan, Bank Indonesia tidak bisa melakukannya sendiri. Sebenarnya redenominasi ini kalau tidak dilakukan tidak apa-apa, tapi ini terkait Marwah bangsa Indonesia.

“cuman ada satu hal yang tidak bisa kita atasi yaitu ketimpangan antara nilai uang dengan perekonomian kita. Ini menyangkut wibawa dan marwah dari rupiah kita di perekonomian Global dan internasional,” ujarnya dalam sesi wawancara dengan Kompas Tv.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini nilai dari rupiah itu sangat rendah dan tidak diperhitungkan di dalam perekonomian global.

Sementara, ekonomi Indonesia adalah termasuk ekonomi yang terbesar di dunia dan menempati 10 besar.
Meskipun masuk 10 besar, dalam kenyataannya mata uang rupiah tersebut tidak diperhitungkan.

Efek dari hal tersebut yaitu seperti jika kita pergi ke luar negeri seperti ke Amerika atau Eropa, kita kesulitan tukar uang rupiah.

“Rupiah tidak tertera atau tercantum karena apa? Karena memang nilainya sangat kecil ya. Paling kita bisa ketemu di Arab atau di Singapura sangat mudah. Tapi kalau di Eropa atau di Amerika sangat sulit,” imbuhnya.

Dampak Positif Redenominasi Rupiah

Menurut Peter, dampak positif redenominasi rupiah yang akan didapat yaitu naiknya Marwah rupiah di kancah internasional.

Selain itu, rupiah juga akan menjadi setara dengan mata uang dolar dan negara asia lainnya terutama ringgit Malaysia dan Bath Thailand.

“sekarang ini misalnya 10.000 atau 15.000 kalau kita melakukan penyesuaian dari nilai kita 15.000 menjadi 15 nanti di dalam keuangan internasional rupiah kita itu akan 15 rupiah sama dengan 1 dolar. Jadi, mekanismenya seperti itu dan itu yang akan mengangkat kewibawaan dari rupiah karena nilai kita itu sepadan dengan Ringgit Malaysia dengan Thailand bath,” ujarnya.

Dampak Negatif Redenominasi Rupiah

Selain dampak positif, dengan dilakukannya redenominasi rupiah tersebut kemungkinan juga akan menghasilkan dampak negatif. Peter juga menyebutkan dampak negatif tersebut yaitu kemungkinan terjadinya inflasi di Indonesia.

“apa yang di khawatirkan juga untuk di dalam negeri adalah redenominasi ini akan bikin inflasi. Misalnya sekarang rupiah harga jualnya 10.300, nanti dia akan menggenapkan menjadi 11.000. Jadi hingga akhirnya harga-harga barang menjadi naik,” ujarnya.

Tahapan Redenominasi Rupiah

Redenominasi rupiah

1. Melakukan Kajian

Tahapan redenominasi rupiah yang pertama harus dilakukan menurut Peter yaitu kajian terhadap redenominasi rupiah.

Sebelumnya, Bank Indonesia juga sudah melakukan kajian bahkan dari 13 tahun yang lalu agar redenominasi berjalan dengan baik.

2. Adanya Payung Hukum

Tahapan redominasi rupiah yang kedua yaitu harus adanya Payung Hukum. Menurut Peter, redenominasi adalah proses yang panjang sehingga harus ada keputusan dari pemerintah dan DPR dalam bentuk undang-undang.

3. Sosialisasi

Tahapan ketiga redenominasi rupiah yaitu proses sosialisasi. Peter mengungkapkan bahwa proses sosialisasi tentang redenominasi rupiah tersebut harus dilakukan sekitar 1 tahun kepada masyarakat.

4. Menerbitkan Mata Uang Baru

Tahapan redenominasi rupiah yang keempat yaitu Bank Indonesia melakukan tahapan berikutnya secara bertahap yaitu menerbitkan mata uang rupiah baru. Mata uang baru tersebut misalnya, 1.000 menjadi 1 Rupiah, 10.000 menjadi 10 rupiah, dan 100.000 menjadi Rp100.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Jenis Surat Properti di Indonesia

Menurut Peter proses atau tahapan ini dalam redenominasi rupiah akan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun demi hasil yang sangat maksimal.

5. Penarikan Mata Uang Lama

Terakhir, tahapan redenominasi rupiah yaitu Bank Indonesia melakukan penarikan Mata uang lama yang harus melalui tahapan sedikit lama.

Menurut Peter, tahapan ini membutuhkan waktu sekitar satu tahun dan dilakukan secara perlahan sampai uang lama benar-benar habis dari peredarannya di masyarakat.

Nah, itulah urgensi redenominasi rupiah bagi perekonomian Indonesia yang telah Literasi Bisnis rangkum untuk kalian semua. Semoga bermanfaat ya!

**) Ikuti berita terbaru Literasi Bisnis di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *